04
Aug
08

Virus, Trojan, dan Worms

Di tahun 80an, dua bersaudara dari Pakistan menemukan banyak orang yang membajak softwarenya. Respon mereka saat itu adalah menulis virus komputer untuk pertama kalinya, yaitu sebuah program yang mampu menyalin dirinya sendiri, yang berisikan pesan hak cipta ke dalam setiap media penyimpanan (saat itu floppy disk/disket) yang disalin/dibajak para pelanggannya.

Dari permulaan sederhana inilah, sebuah kultur “membalas dengan virus” pun muncul. Kini, bermacam virus baru bermunculan setiap menitnya dan mampu menghancurkan data, melambatkan/mematikan arus koneksi jaringan, hingga membahayakan reputasi Anda.

Virus

Virus atau worms adalah sebuah program komputer yang ditulis/dibuat, yang mampu menyebar luas lewat komputer dan jaringan dengan cara menyalin/menggandakan dirinya sendiri ke komputer dan jaringan yang dituju, tanpa sepengetahuan si pengguna komputer.

Virus bisa memiliki efek yang merusak. Mulai dari menampilkan pesan-pesan yang mengganggu, hingga mencuri data bahkan memberikan seseorang kontrol atau akses penuh terhadap komputer Anda.

Bagaimana virus bekerja?

Sebuah virus harus “dijalankan” sebelum bisa menjangkiti komputer Anda. Dengan kata lain, virus ini membutuhkan aksi orang lain, yaitu Anda sendiri sebagai pengguna komputer. Aksi di sini adalah ketika Anda membuka sebuah aplikasi atau dokumen yang telah terjangkiti virus. Dan percayalah! Virus memiliki cara yang hebat agar Anda tergoda untuk membuka/menjalankan aplikasi atau dokumen tersebut.

Mungkin Anda masih ingat dengan virus “i love you” awal 2001 lalu. Virus ini bersembunyi dibalik dokumen Microsoft Word, dengan bermacam-macam judul, “Surat Cinta”, “Rindu”, dan sebagainya. Ketika dibuka, yang terlihat memang hanya tulisan/ungkapan manis seseorang tentang perasaannya di aplikasi Microsoft Word. Namun efek yang ditimbulkannya sangat mengganggu, meski tidak masuk kategori virus ganas.

Anda pun pasti masih ingat dengan virus “Brontok”, virus yang tiba2 saja membuat antivirus Norman menjadi sangat terkenal (padahal antivirus ini dah ada sebelumnya tahun milenium datang). Karena saat itu, Norman diklaim sebagai antivirus pertama yang mampu mendeteksi Brontok.

Dahsyatnya Brontok mungkin juga pernah Anda rasakan, atau setidaknya saya pernah. Mulai dari berubahnya tulisan “Start” pada [Start Menu] Windows, [Folder Options] yang mendadak tidak bisa diakses, hingga hilangnya semua data Anda (termasuk Tugas Akhir saya..sial!), dengan hanya menyisakan Operating System (OS) Windows saja yang bekerja dengan sangat tidak maksimal.

Trojan horses

Trojan horses adalah sebuah program yang berpura-pura menjadi software legal, tetapi sebenarnya menyembunyikan kemampuan untuk merusak. Sebagai contoh, sebuah trojan bernama DLoader-L yang datang lewat email dan mengatakan bahwa ia adalah update krusial dari Microsoft untuk OS Windows XP Anda. Jika Anda menjalankan update-an ini, ia akan mendownload program untuk kemudian menghubungkan Anda ke situs-situs tertentu, lewat komputer Anda. Sehingga membuat komputer Anda kelebihan beban (overload).

Trojan tidak menyebar secepat virus karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk menggandakan diri. Namun saat ini, seringkali Trojan dan virus berkolaborasi. Banyak virus menggunakan Trojan untuk mencuri informasi. Dengan kata lain, beberapa Trojan bisa digunakan sebagai jalan untuk menjangkiti komputer Anda lewat virus.

Worms

Worms hampir sama dengan virus, hanya saja Worms tidak membutuhkan aplikasi atau dokumen untuk bersembunyi. Ia tidak meniru folder atau dokumen (seperti yang biasa dilakukan virus) untuk kemudian dijalankan oleh pengguna komputer. Untuk menyebarkan dirinya, Worms menggunakan jaringan dalam komputer yang terkoneksi, baik dengan web, maupun komputer lainnya, dengan cara menyalin dirinya. Email misalnya, menjadi salah satu jalan bagi Worms untuk beraksi.

Anggaplah Worms itu seperti artinya dalam bahasa Indonesia, cacing/ulat. Ia berjalan-jalan dan membuat lubang dalam tanah sambil berkembang biak. Begitu pula dengan Worms di dunia maya ini. Melalui jaringan komputer yang terkoneksi, ia menggandakan dirinya dari satu komputer ke komputer yang lainnya, dengan memanfaatkan lubang sekuriti OS seperti Windows. Maka tak heran jika hampir setiap bulannya Microsoft mengeluarkan “update security” terbaru. Hal ini ditujukan untuk menutup lubang masuknya Worms ke komputer Anda.

Maka saat Worms menyebar, ia membuat arus internet menjadi padat dan akhirnya berdampak pada lambatnya koneksi hingga mampu menyebabkan komputer crash.

Virus, Trojan, Worms, atau apapun itu, semuanya memiliki kemampuan merusak. Maka waspadalah saat kita “berselancar” di internet. Karena kuatnya arus informasi ini mustahil bisa dibendung, hingga membuat kita terlena tentang mana yang berguna dan mana yang tidak berguna. Namun bagi pengguna warnet seperti saya ini tidak perlu terlalu khawatir karena kalaupun komputer mesti terkena virus, pastilah komputer milik warnet itu duluan yang kena, hehe.

Maka tindakan sederhana yang perlu kita perhatikan (meski ngga selalu berhasil menangkal virus-virus baru) adalah selalu update antivirus. Ngga peduli antivirus nomor 1 seperti BitDefender sekalipun (http://anti-virus-software-review.toptenreviews.com/), klo ngga pernah di update, sama aja boong.

Ingat juga bahwa manusia selalu lebih hebat dari buatannya. Maka jangan heran klo akan selalu ada virus-virus baru bermunculan. Namun tak perlu khawatir berlebihan, karena setelah itu akan ada penangkalnya (antivirus).

Trus ada virus baru lagi, trus ada antivirusnya..

Trus ada virus barunya lagi, trus ada antivirusnya lagi juga..

dan seterusnya…

Klo ngga kaya gitu, dapet duit dari mana tukang antivirus itu?

(disarikan dari: Viruses and Spam; what you need to know, by Sophos Plc)



0 Responses to “Virus, Trojan, dan Worms”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply