Archive Page 2

28
Aug
08

“Tujuhbelasan” Bukti Semangat Kecintaan pada Negeri

Gegap gempita perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke- 63 ternyata belum berakhir. Paling tidak itulah yang terlihat di lingkungan Rt 08 jalan Dago Barat, kelurahan Coblong, Minggu 24 Agustus yang lalu. Sebuah panggung besar berukuran sekitar 10 X 4 M ditegakkan di pertigaan Jalan Dago Barat yang otomatis menutup satu-satunya akses jalan Dago Barat. Hal ini memang sudah menjadi tradisi tahunan warga Dago Barat dengan beberapa lingkungan RT disekitarnya. Namun khusus tahun ini, perayaan hanya diikuti oleh warga Rt 08 karena warga lingkungan RT lainnya sudah membuat perayaan masing-masing sebelumnya.

Perayaan kemerdekaan yang sering disebut dengan ”tujuhbelasan” ini dimulai sekitar pukul 08.00 wib dengan adanya bazar makanan yang digawangi ibu-ibu yang tinggal di lingkungan Rt 08. Panitia perayaan menyediakan sekitar 5-6 stand untuk diikuti oleh para peserta bazar. Tapi sayang, pada saat acara bazar dimulai, hanya terlihat 2 stand yang terisi. Sementara sisa stand lain masih terlihat kosong. Kondisi ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang bisa diikuti hingga 10 peserta bazar. Ketika hal ini ditanyakan pada salah satu peserta bazar, mereka mengatakan bahwa tahun ini memang ada penurunan jumlah peserta yang mengikuti bazar. Hal ini terjadi karena beberapa faktor yang membuat ibu-ibu di lingkungan RT  malas mengikuti bazar tahun ini, diantaranya tingginya harga bahan pokok dan sulitnya mendapatkan minyak tanah. Alhasil, acara bazar terlihat sepi dan lebih banyak diramaikan oleh beberapa orang pedagang kali lima yang kemudian meletakkan gerobak makanan mereka di ekat peserta bazar.

Acara dilanjutkan dengan pengumuman dan pemberian hadiah bagi perserta berbagai lomba yang diadakan beberapa hari sebelumnya. Beberapa lomba yang diadakan diantaranya, lomba mewarnai, lomba azan, lomba lagu perjuangan, lomba karaoke yang semuanya tingkat anak-anak. Ada juga lomba jaipongan yang diikuti oleh ibu-ibu. Rangkaian acara perayaan itu kemudian dihentikan sebentara karena memasuki waktu zuhur.

Pada pukul 13.30 wib acara berlanjut dengan penampilan beberapa grup band dari beberapa peserta yang rata-rata masih berumur belasan. Mereka masing-masing grup membawakan 2-3 lagu yang berlangsung hingga malam hari. Perayaan diteruskan hingga tengah malam dengan suguhan lagu-lagu yang dibawakan oleh beberapa orang penyanyi perempuan. Acara akhirnya ditutup ditutup pada pukul 11 malam.

Menurut penuturan salah satu panitia perayaan, perayaan hari kemerdekaan tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, selain karena faktor kesulitan ekonomi warga, masa liburan panjang mahasiswa yang masih berlangsung juga menjadi penyebab sepinya perayaan. Hal ini dapat dimaklumi karena kawasan Dago Barat adalah salah satu kawasan yang banyak dihuni oleh anak kost dan pada masa liburan panjang seperti sekarang, mereka banyak yang pulang kerumah orang tua masing-masing sehingga partisipasi dari warga semakin sedikit. Selain itu sumbangan yang didapatkan dari warga juga tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, alhasil acara berlangsung seadanya dengan dana yang minim dan swadaya panitia. Paling tidak menurut panitia perayaan mereka sudah berusaha menunjukkan nasionalisme mereka dengan tetap mengadakan perayaan melalui berbagai lomba dan pertunjukkan seni pada HUT kemerdekaan republik ini.  

Namun menurut salah satu warga yang dimintai keterangannya mengatakan bahwa perayaan yang diadakan di tengah sulitnya kehidupan ekonomi masyarakat pada saat ini tidak ada gunanya. Perayaan ini hanya menambah beban warga karena dipaksa untuk berpartisipasi walaupun hanya dengan dimintai sumbangan seadanya. Menurutnya lagi, perayaan tujuhbelasan ini dapat dilakukan dengan cara lain misalnya dengan membagikan sembako pada mereka yang membutuhkan karena akan lebih bermanfaat.

Terlepas dari pro dan kontra warga tentang perayaan kemerdekaan tersebut,  faktanya acara tetap berlangsung dengan lancar dan berakhir hingga nyaris tengah malam walaupun dengan sepinya penonton dan kurangnya partisipasi warga. Namun, paling tidak hal ini menunjukkan bahwa masih ada segelintir warga yang ingin menunjukkan semangat kecintaan terhadap republik ini dan tidak ingin melewatkan momen hari kemerdekaan begitu saja. Merdeka!!!! (Uni) 

04
Aug
08

Keindahan Gunung Bromo di Tengah Lautan Pasir Putih


Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai salah satu obyek wisata di Jawa Timur. Jadi belumlah lengkap rasanya bila kita berwisata ke Jatim tanpa mengunjungi Gunung Bromo.

Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, berada dalam empat wilayah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung ini mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Continue reading ‘Keindahan Gunung Bromo di Tengah Lautan Pasir Putih’

04
Aug
08

Ngebatik!

Manusia tak bisa lepas dari kebudayaan. Karena dialah yang menghasilkan kebudayaan tersebut. Apapun yang manusia perbuat, itu akan menghasilkan sebuah budaya baru. Setiap waktu selalu tercipta budaya yang menyertai perjalanan manusia. Lewat budaya manusia menjalani peradabannya. Kebudayaan yang ada, dapat menjadi inspirasi bagi manusia untuk menciptakan sesuatu. Indonesia merupakan salah satu bagian dari kebudayaan tersebut. Dengan kekayaan alam yang melimpah, beribu suku bangsa didalammya, membuat Indonesia memiliki kebudayaan yang tak ternilai harganya. Lihatlah betapa kayanya negeri ini. Namun apalah artinya jika semua kekayaan itu tidak dilestarikan oleh generasi penerusnya. Mungkin nenek moyang kita terdahulu akan bersedih melihat hal ini.

Budaya merupakan hasil karya manusia yang memiliki nilai seni tinggi. Indonesia punya banyak budaya yang menjadi ciri khas dari bumi kita ini. Salah satu yang menjadi icon bagi budaya Indonesia adalah batik. Siapa yang tidak mengenal batik. Kerajinan karya bernilai seni tinggi ini telah menjadi bagian dari budaya Indonesia khususnya suku Jawa sejak lama. Batik (atau kata ’batik’) sendiri berasal dari bahasa jawa ”amba” yang berarti menulis dan ‘’titik”. Batik merupakan kain dengan corak yang unik dan khas, dimana corak tersebut dihasilkan dari bahan ”malam” yang diaplikasikan diatas kain. Continue reading ‘Ngebatik!’